• Login
  • Virtual Tour Rumah Tenun Labuan Bajo

    Halo SobatDigi! Sepanjang tahun 2020 ini, kalian udah sempat liburan belum? Kalau belum, pasti lagi kangen banget ya sama liburan. Semua kegiatan persiapan, liburannya, hingga pasca liburan selalu menyenangkan dan bikin pengen cepet cepet liburan lagi.

    Liburan sendiri tentu kurang lengkap kalau gak beli oleh oleh khas daerah sana, ya. Selain sebagai cinderamata untuk keluarga, oleh oleh juga menunjukkan bahwa kita pernah ke tempat itu, lho. Jadi, jangan lupa beli oleh-oleh jika kalian bepergian ya!

    Ngomong-ngomong tentang oleh oleh, jika kalian berkunjung ke Labuan Bajo, kalian bisa banget nih membeli secarik kain tenun khas Manggarai, yaitu kain songke. Selain songke, kain ini juga kerap disebut lipa atau towe.

    (Source: Okezone Travel)

    Kain songke memiliki beragam motif dan sarat makna. Beberapa motifnya adalah Wela Kawong, Ranggong (laba-laba), Su’i, Wela Runu, Jok, Mata Manuk, dan berbagai motif lainnya. Kain tenun sendiri biasanya digunakan laki laki atau perempuan saat di rumah, menghadiri ritual adat, acara kelahiran dan pernikahan, atau bisa digunakan sebagai kain kafan.

    Di Labuan Bajo, kalian akan menemukan banyak warga lokal dan toko oleh-oleh yang menjual kain songke ini. Salah satunya adalah Rumah Tenun Baku Peduli ini. Pendirinya, Henny Dinan, adalah penggiat tenun songke di Rumah Baku Peduli sejak 2010. Bersama dengan 70 penenun kain lainnya, ia bergiat untuk menenun kain songke menggunakan pewarna alami di Kabupaten Manggarai. Lebih khususnya lagi, mereka tengah bergulat dengan isu pelestarian wastra dan lingkungan. Mereka juga bergiat dalam penggunaan benang kapas dan pewarna alami.

    Tujuan kegiatan mereka adalah untuk pelestarian dan pengembangan tenun NTT. Satu tahun ini, mereka mulai memproduksi tenun pewarna alam berdasarkan narasi tersebut. Motivasinya adalah untuk memperbaiki dan merekatkan hubungan yang telah rusak antara manusia, alam, dan budaya. Menurutnya, kekayaan tenun bukan hanya untuk dijual, namun ada kisah yang penting untuk disebarluaskan. Akhirnya, Rumah Baku Peduli menata ruang khusus untuk menenun, menampilkan kain, dan menjual tenunnya.

    Proses produksi kain tenun pun cukup lama. Oleh karena itu, tidak heran kain songke memiliki harga yang tinggi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Namun, jangan khawatir! Jika budget kalian minimal, kalian dapat membeli selendang songke. Selendang ini tidak telalu lebar, namun cukup panjang sehingga cocok dijadikan pelengkap pakaian yang etnik. Bukan hanya pelengkap pakaian, selendang songke ini juga dapat kalian gunakan sebagai ikat kepala, lho!

    (Source: KlikTrend)

    Nah, itu tadi adalah sekelumit cerita mengenai tenun songke, tenun khas Manggarai Barat, Labuan Bajo. Cocok banget nih kalian gunakan sebagai cinderamata! Kalau udah gini, pasti kangen liburan kan? Sayangnya,  kondisi sekarang mungkin belum cukup kondusif untuk kita bisa bepergian kemana-mana. Tapi tenang aja! DigiTiket kini menghadirkan paket Virtual Tour Rumah Tenun Labuan Bajo nih. Di Virtual Tour kali ini, kalian akan dipandu oleh guide yang berpengalaman untuk mengetahui sejarah tenun, melihat proses penenunan, dan menjelajahi tempat tempat tenun menarik di Labuan Bajo.  Pas banget untuk mengisi liburan kalian di tengah pandemi dan menghapus kerinduan akan jalan jalan nih . Tunggu apalagi, daftar disini yuk! Atau jika ingin tahu info lain mengenai virtual tour DigiTiket, kunjungi link ini ya!

    Leave A Comment