• Login
  • Virtual Tour Jakarta Tempo Doeloe

    Sejak zaman kolonial, Jakarta atau Jayakarta selalu menjadi kota pusat peradaban manusia. Awalnya, pada tahun 1526, Fatahillah dikirim oleh Kesultanan Demak untuk menyerang pelabuhan Sunda Kelapa di kerajaan Hindu Pajajaran. Setelah berhasil ditaklukkan, daerah ini kemudian dinamai Jayakarta. Satu abad kemudian, VOC menghancurkan Jayakarta dan membangun kota baru bernama Batavia untuk menghormati Batavieren, leluhur bangsa mereka. Sejak saat itu, kota ini digunakan sebagai kantor pusat VOC dan pusat administratif  Hindia Belanda. Tahun 1942, setelah kependudukan Jepang, Batavia berubah nama menjadi Jakarta dan masih berperan sebagai ibukota Indonesia hingga sekarang.

    (Source: Wikipedia)

    Riwayatnya yang panjang menyisakan banyak sejarah, cerita, dan bangunan yang masih dapat kita saksikan hingga saat ini. Kira-kira, ibukota jaman dahulu itu bangunannya seperti apa aja sih? Coba kita telusuri, yuk!

    Kota Tua

    (Source: Flokq)

    Kota Tua Jakarta, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Batavia Lama adalah wilayah kecil yang sangat bersejarah. Di Kota Tua, kalian dapat melihat arsitektur Eropa yang kental dalam bangunan bangunan seperti Museum Wayang, Stasiun Kota Jakarta, Museum Fatahillah, dan beberapa bangunan lain. Selain itu, terdapat juga Pelabuhan Sunda Kelapa, pelabuhan yang menjadi asal mula berdirinya Jakarta. Jika kalian datang pada sore hari, pemandangan matahari tenggelam di pelabuhan ini sangat indah lho. Keren ya!

    Kloningsplein- Istana Merdeka

    (Source: Voi.id)

    Kloningsplein lebih dikenal sebagai Istana Merdeka, tempat resmi kediaman Presiden Indonesia saat ini. Awalnya, istana ini dinamaikan Paleis te Kloningsplein, dibangun untuk menggantikan Istana Risjwjik  yang dianggap terlalu sesak pada tahun 1796. Setelah Indonesia merdeka, namanya berubah menjadi Istana Merdeka. Karena pembangunannya yang dilaksanakan pada zaman kolonial, arsitekturnya masih mencerminkan bangunan Eropa dengan kesan klasik dan warna dominan putih.

    Monumen Nasional

    (Source: WIkipedia)

    Siapa yang tidak tau Monas? Kata orang sih, Monas adalah maskot negara Indonesia. Bangunan ini memang sangat unik sih. Dibuat setinggi 132 meter dan puncaknya yang dilapisi lembaran emas memang tidak mudah dilupakan. Teletak di Jakarta Pusat, Monas sangat mudah untuk dilihat dari gedung tinggi hingga dari stasiun gambir. Monas dibuat ketika Indonesia masih baru merdeka lho. DIbangun dari 1961 hingga 1975, bangunan ini menjadi salah satu bukti peradaban Jakarta tempo dulu.

    Waterloopein – lapangan Banteng

    (Source: Kompas Travel)

    Lapangan Banteng yang menjadi ruang terbuka favorit warga Jakarta ini juga memiliki sejarah yang menakjubkan lho. Pada abad ke-16, lapangan ini berbentuk hutan. Ada banyak hewan liar, termasuk banteng , yang ketika liburan akan diburu oleh tentara. Kemudian, hutan ini dibabat menjadi tanah oleh Anthony Paviljoen dan berganti nama menjadi Lapangan Paviljoen. Tanah ini disewakan kepada orang Tionghoa untuk menanam tebu, beternak sapi, serta kerbau. Lalu, semenjak pemerintahan Jenderal Daendels, Lapangan Banteng dijadikan tempat latihan militer, lapangan sepakbola, hingga terminal bus. Akhirnya, saat Indonesia merdeka, lapangan ini dialihfungsikan menjadi lapangan terbuka yang dapat dinikmati rakyat Jakarta.

     

    Nah, tempat tempat diatas adalah sedikit dari bagian Jakarta tempo dulu. Masih banyak tempat tempat lain yang dapat kalian singgahi ketika liburan ke Jakarta. Sekarang sih, mungkin masih susah untuk kita bepergian secara bebas. Namun, ada solusinya lho! DigiTiket menyediakan paket Virtual Tour Ibukota Tempo Dulu. Pada tour kali ini, kalian akan diajak berkeliling Jakarta dan menikmati cerita sejarahnya dengan itinerary  dari  kota tua (Pelabuhan Sunda Kelapa – Menara Syahbandar) – Glodok – Koningsplein (Istana Merdeka) – Monas – Willemkerk (Gereja Immanuel) – Waterloopein (Lapangan Banteng) – hingga ke Kwitang (Museum Sumpah Pemuda). Wah, asyik banget ya! Gimana, tertarik kan pasti? Kalian bisa pesan tiketnya disini lho. Atau, jika kalian ingin melihat virtual tour lain yang disediakan digitiket, kunjungi website DigiTIket disini ya!

    Leave A Comment

    Newsletter

    Subscribe to our newsletter to stay.